Baginda Agung Panuturi Sandang Gelar Tertinggi Kerajaan


Joonner Rambe, SE gelar Baginda Agung Panuturi Hasadaon Rambe yang merupakan Raja Tano Tombangan (Tantom), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendapatkan gelar tertinggi dalam kerajaan, dan resmi menyandang gelar baru, Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Rambe dalam sebuah acara silaturahmi raja-raja se Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) di Istana Hasadaon ; Kota Tua, Kecamatan Angkola Tantom, Sabtu (29/5).
Daulat Raja Agung Panuturi Rambe dalam sambutannya mengatakan, dirinya diangkat menjadi baginda di Tantom adalah atas dasar musyawarah raja-raja, hatobangan, tokoh agama, masyarakat, pemangku adat kepala desa se-Tantom untuk kemudian dirinya mendapat pengakuan dari sejumlah sultan dan raja di Nusantara.
Dikatakannya bahwa penabalan dirinya menjadi baginda di Tantom yakni pada tanggal 29 Desember 2009 lalu yang dilaksanakan dalam sebuah acara adat di Istana Hasadaon.
Selain itu, kepada raja-raja se Tabagsel ini bahwa dirinya juga sudah mendapatkan pengakuan sekaligus juga menjadi anggota dari Asosiasi Kerajaan dan Kesultanan (AKKI) sesuai dengan surat keputusan No.057/S.Kep-AKKI/2010 tertanggal 17 Mei 2010 lalu yang ditandatangani Presiden AKKI, Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin yang juga Sultan Palembang.
Daulat Raja Agung Panuturi Rambe dan istrinya, Dra. Carolina Lumban Tobing gelar Ratu Namora Hasayangan, merupakan putra daerah Tantom yang sejak SMP sudah meningalkan Tantom untuk bekerja dan kuliah di Jakarta dan saat ini memiliki 5 perusahaan di Jakarta mengatakan, Bahwa keinginannya kembali ke kampung halaman adalah dikarenakan banyak perantau yang tidak tahu lagi Batak Angkola. Hal inilah yang menuntutnya perlu dikembangkan, agar batak perantau tidak sampai kehilangan identitas sebagai suku batak.
Selain menjadi anggota AKKI, Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Rambe juga sudah mendapatkan pengakuan dari dari Sutan Kumala Pulungan gelar Raja Panusunan Bulung Adat Luat Sayur Matinggi dari Bagas Godang Sayur Matinggi.

Berita Terkait